<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Umay's Blog</title>
	<atom:link href="http://umay22.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://umay22.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Feb 2009 13:47:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='umay22.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Umay's Blog</title>
		<link>http://umay22.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://umay22.wordpress.com/osd.xml" title="Umay&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://umay22.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Setan atau Malaikat</title>
		<link>http://umay22.wordpress.com/2009/02/28/setan-atau-malaikat/</link>
		<comments>http://umay22.wordpress.com/2009/02/28/setan-atau-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 13:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umay22</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umay22.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Mahluk yang paling menakjubkan adalah manusia, karena dia bisa memilih untuk menjadi “setan atau malaikat”. –John Scheffer- Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya. Dada saya berdebar menyaksikannya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=31&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mahluk yang paling menakjubkan adalah manusia, karena dia bisa memilih untuk menjadi “setan atau malaikat”.<br />
–John Scheffer-</p>
<p>Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.<span id="more-31"></span></p>
<p>Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya?</p>
<p>Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk.</p>
<p>Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk.</p>
<p>Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah?</p>
<p>Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.</p>
<p>Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul.</p>
<p>Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.</p>
<p>Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.</p>
<p>Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang.<!--more--></p>
<p>Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?</p>
<p>Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini:</p>
<p>—–</p>
<p>“Ibu yang baik…, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya.</p>
<p>Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.</p>
<p>Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras.</p>
<p>Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu.</p>
<p>Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?</p>
<p>Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi.</p>
<p>Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan.</p>
<p>Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet.</p>
<p>Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih.</p>
<p>Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu…, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.</p>
<p>Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu…, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf.”</p>
<p>—–</p>
<p>Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.</p>
<p>Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja.</p>
<p>Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya.</p>
<p>Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan.</p>
<p>Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir dimata saya.</p>
<p>Yuni menghampiri saya dan bilang, “Mama, saya bangga jadi anak Mama.” Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umay22.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umay22.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umay22.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umay22.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umay22.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umay22.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umay22.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umay22.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umay22.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umay22.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umay22.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umay22.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umay22.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umay22.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=31&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umay22.wordpress.com/2009/02/28/setan-atau-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65ae5266664a0c3a9ed10fa048ae07bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umay22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://umay22.wordpress.com/2009/01/22/26/</link>
		<comments>http://umay22.wordpress.com/2009/01/22/26/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 11:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umay22</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umay22.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[2 Mata, 2 Telinga dan 1 Mulut Jan 22, 2009 in Artikel Renungan Kita lahir dengan 2 mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan kita. Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=26&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="itemhead" style="padding-bottom:17px;">
<h3><a title="2 Mata, 2 Telinga dan 1 Mulut" rel="bookmark" href="http://www.yauhui.net/2-mata-2-telinga-dan-1-mulut/"><span style="font-size:large;color:#444444;font-family:Tahoma;">2 Mata, 2 Telinga dan 1 Mulut</span></a></h3>
<p class="metadata">Jan 22, 2009 in <a title="View all posts in Artikel Renungan" rel="category tag" href="http://www.yauhui.net/category/renungan/artikel-renungan/"><span style="color:#777777;">Artikel Renungan</span></a></p>
</div>
<div id="itemtext" class="itemtext" style="padding-bottom:0;padding-top:7px;">
<p>Kita lahir dengan 2 mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan kita.</p>
<p>Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.</p>
<p>Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang kita pikirkan dalam otak kita jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.</p>
<p>Kita lahir dengan 2 mata, 2 telinga tapi kita Cuma diberi 1 buah mulut. Itu Artinya Kita harusnya lebih mendengar, melihat 2 x lebih banyak daripada berbicara. Berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan. Karena ucapan yang menyakitkan sangat sulit ditarik kembali. Sehingga ingatlah bicara yang perlu tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.</p>
<p>Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.</p>
<p>Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.</p>
<p><span style="color:#999999;"> sumber : forum cafe pojok</span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umay22.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umay22.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umay22.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umay22.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umay22.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umay22.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umay22.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umay22.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umay22.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umay22.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umay22.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umay22.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umay22.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umay22.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=26&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umay22.wordpress.com/2009/01/22/26/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65ae5266664a0c3a9ed10fa048ae07bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umay22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://umay22.wordpress.com/2009/01/22/20/</link>
		<comments>http://umay22.wordpress.com/2009/01/22/20/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 10:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umay22</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umay22.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[1O BUDAYA DAN KELEBIHAN SEMUT                                                                                         PEDULI  Peduli dan peka terhadap segala hal yang terjadi dalam lingkungan-nya serta selalu memelihara rasa cinta kasih kepada sesama. - POSITIF &#38; ANTUSIAS Selalu antusias dalam berpikir dan bertindak demi mencapai tujuan berusaha. Namun segala pemikiran dan tindakan tersebut bersifat positif demi menjaga kelangsungan usaha. - INISIATIF Memiliki inisiatif dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=20&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<p><strong>1O BUDAYA DAN KELEBIHAN SEMUT</strong></p>
<p><strong>                                                                                        PEDULI  <img src="http://static.howstuffworks.com/gif/the_ant_bully.jpg" alt="semut pekerja keras" width="258" height="294" align="left" /></strong>Peduli dan peka terhadap segala hal yang terjadi dalam lingkungan-nya serta selalu memelihara rasa cinta kasih kepada sesama.</p>
<p>-<br />
<strong><br />
POSITIF &amp; ANTUSIAS</strong></p>
<p>Selalu antusias dalam berpikir dan bertindak demi mencapai tujuan berusaha. Namun segala pemikiran dan tindakan tersebut bersifat positif demi menjaga kelangsungan usaha.</p>
<p>-</p>
<p><strong>INISIATIF</strong></p>
<p>Memiliki inisiatif dalam menjalankan usaha berdasarkan motivasi yang kuat untuk maju dan mencapai tujuan tanpa menunggu komando, dan tanpa menyimpang dari kebijakan perusahaan atau negara.</p>
<p>-</p>
<p><strong>RENDAH HATI</strong></p>
<p>Berusaha selalu optimis dalam setiap langkah, namun tidak sombong dan selalu menghargai serta menghormati orang lain.</p>
<p>-</p>
<p><strong>KREATIF &amp; INOVATIF</strong></p>
<p>Selalu kreatif dalam berusaha dengan melakukan berbagai inovasi agar dapat memenang-kan persaingan dan menjadi Leader dalam lingkungannya.</p>
<p>-</p>
<p><strong>DISIPLIN &amp; BERTANGGUNG JAWAB</strong></p>
<p>Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan hidup kegiatan usaha. Untuk itu, diperlukan disiplin yang tinggi dalam menjalankan semua peraturan/ketentuan demi mencapai tujuan.</p>
<p>-</p>
<p><strong>KERJASAMA</strong></p>
<p>Mampu menjalin kerjasama untuk menggalang kemitraan dengan semua kalangan dalam menjalankan tugas agar sukses mencapai tujuan.</p>
<p>-</p>
<p><strong>PRODUKTIF</strong></p>
<p>Bekerja secara profesional, tekun, dan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal.</p>
<p>-</p>
<p><strong>KOMITMEN &amp; TABAH</strong></p>
<p>Memiliki komitmen yang tinggi terhadap semua keputusan/peraturan dan kesepakatan yang telah ditetapkan serta bertanggung jawab melaksanakannya tanpa tawar-menawar.</p>
<p>-</p>
<p><strong>KOMUNIKATIF</strong></p>
<p>Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menguasai tekniknya secara baik, sehingga mampu menyampaikan segala informasi yang diperlukan tanpa menimbulkan kesalah-pahaman.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umay22.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umay22.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umay22.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umay22.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umay22.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umay22.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umay22.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umay22.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umay22.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umay22.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umay22.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umay22.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umay22.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umay22.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=20&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umay22.wordpress.com/2009/01/22/20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65ae5266664a0c3a9ed10fa048ae07bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umay22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.howstuffworks.com/gif/the_ant_bully.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">semut pekerja keras</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://umay22.wordpress.com/2009/01/22/16/</link>
		<comments>http://umay22.wordpress.com/2009/01/22/16/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 10:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umay22</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umay22.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[4 Hal yang Dapat di Lakukan dalam Menghadapi MAsalah Four Steps to handle a problem : Belajar 4 respon dalam menghadapi masalah : Advocacy for Overcoming Difficulties sebuah paradigma dalam mengatasi kesulitan-kesulitan hidup 1. FACE IT: &#8211; Hadapi, jangan melarikan diri To look difficulties in the face instead of deceiving oneself by burying one’s head [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=16&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>4 Hal yang Dapat di Lakukan dalam Menghadapi MAsalah</strong></p>
<p><strong>Four Steps to handle a problem :<br />
<em>Belajar 4 respon dalam menghadapi masalah :</em></strong></p>
<p>Advocacy for Overcoming Difficulties<br />
<em>sebuah paradigma dalam mengatasi kesulitan-kesulitan hidup</em></p>
<p><strong>1. FACE IT:</strong> &#8211; Hadapi, jangan melarikan diri<br />
To look difficulties in the face instead of deceiving oneself by burying one’s head in the sand<br />
<em>Amati dan lihat secara tegas kesulitan-kesulitan itu daripada mencoba melarikan diri.</em></p>
<p><strong>2. ACCEPT IT:</strong> &#8211; Menerimanya<br />
To accept the fact of difficulties instead of blaming fate or other people<br />
<em>Lebih baik menerima kenyataan daripada mencari kambing hitam.</em></p>
<p><strong>3. DEAL WITH IT:</strong> &#8211; Selesaikan sebaik-baiknya<br />
To handle things with wisdom, and treat people with kindness and compassion<br />
<em>Atasi dengan kebijaksanaan dan perlakukan orang-orang dengan cinta kasih.</em></p>
<p><strong>4. LET IT GO:</strong> &#8211; Biarkan saja<br />
As long as one has done one’s best, it is not necessary to worry about gain or loss, success or failure<br />
<em>Sepanjang kita telah melakukan apa yang bisa kita lakukan, maka tidak perlu dikhawatirkan hasil akhirnya.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umay22.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umay22.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umay22.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umay22.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umay22.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umay22.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umay22.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umay22.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umay22.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umay22.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umay22.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umay22.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umay22.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umay22.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=16&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umay22.wordpress.com/2009/01/22/16/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65ae5266664a0c3a9ed10fa048ae07bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umay22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>saya lagi cari buku novel tentang anak berkebutuhan khusus</title>
		<link>http://umay22.wordpress.com/2008/12/24/saya-lagi-cari-buku-novel-tentang-anak-berkebutuhan-khusus/</link>
		<comments>http://umay22.wordpress.com/2008/12/24/saya-lagi-cari-buku-novel-tentang-anak-berkebutuhan-khusus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 18:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umay22</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umay22.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Hallooow&#8230;.. bagi semua yang tahu judul2 novel yang gendernya anak ABK tolong dong kasih tau aqu&#8230;. di tunggu yaaa!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=9&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hallooow&#8230;.. bagi semua yang tahu judul2 novel yang gendernya anak ABK tolong dong kasih tau aqu&#8230;. di tunggu yaaa!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umay22.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umay22.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umay22.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umay22.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umay22.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umay22.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umay22.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umay22.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umay22.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umay22.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umay22.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umay22.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umay22.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umay22.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=9&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umay22.wordpress.com/2008/12/24/saya-lagi-cari-buku-novel-tentang-anak-berkebutuhan-khusus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65ae5266664a0c3a9ed10fa048ae07bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umay22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Cried for my brother six times</title>
		<link>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/i-cried-for-my-brother-six-times/</link>
		<comments>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/i-cried-for-my-brother-six-times/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 15:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umay22</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umay22.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Sep 14, 2008 in Cerita Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis disekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=7&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;"><br />
</span></span><span style="font-family:Sylfaen;color:#9c9c9c;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;font-family:Sylfaen;color:#9c9c9c;">Sep 14, 2008 in </span></span><a rel="nofollow" href="http://www.yauhui.net/category/cerita/" target="_blank"><span style="font-family:Sylfaen;color:#777777;font-size:x-small;"><span style="font-size:10pt;font-family:Sylfaen;color:#777777;">Cerita </span></span></a></p>
<p><span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang<br />
mana semua gadis disekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri  lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat dikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.”Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!” <span id="more-7"></span></span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. sudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11. </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. <span class="yshortcuts">Saya</span> mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah &gt;dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">mencari kerja</span> dan mengirimu uang.” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “ Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab,tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis  kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23. </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26. </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Ketika aku menikah, aku tinggal di kota . Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">rumah sakit</span>. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">kakak ipar</span>–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Mata suamiku dipenuhi air mata,<br />
dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah:<br />
“Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”<br />
“Mengapa membicarakan masa lalu?”<br />
Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.” </span></span><br />
<span style="font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Sylfaen;">Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Sylfaen;color:#444444;"><span style="font-family:Sylfaen;color:#444444;">Diterjemahkan dari : “I cried for my brother six times” &#8211; forum kaskus </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umay22.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umay22.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umay22.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umay22.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umay22.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umay22.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umay22.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umay22.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umay22.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umay22.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umay22.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umay22.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umay22.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umay22.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=7&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/i-cried-for-my-brother-six-times/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65ae5266664a0c3a9ed10fa048ae07bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umay22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Misteri Angka 7</title>
		<link>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/misteri-angka-7/</link>
		<comments>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/misteri-angka-7/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 15:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umay22</dc:creator>
				<category><![CDATA[khasanah ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umay22.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis pada Nopember 17, 2008 oleh assajjad Tidak dapat dipungkiri, angka tujuh adalah salah satu angka istimewa, angka ini memiliki keistimewaan dalam berbagai rutinitas ibadah, alam semesta, dan juga sejarah. Ada rahasia apa dibalik angka ini? Sebagaimana kita lihat, banyak sekali indikasi angka 7 di alam semesta dan kehidupan disekitar kita. Kita juga melihat tatanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=5&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="postinfo">Ditulis pada <span class="postdate">Nopember 17, 2008</span> oleh assajjad</div>
<div class="snap_preview">
<p style="text-align:justify;">Tidak dapat dipungkiri, angka tujuh adalah salah satu angka istimewa, angka ini memiliki keistimewaan dalam berbagai rutinitas ibadah, alam semesta, dan juga sejarah.<br />
Ada rahasia apa dibalik angka ini?<br />
Sebagaimana kita lihat, banyak sekali indikasi angka 7 di alam semesta dan kehidupan disekitar kita. Kita juga melihat tatanan yang sempurna dengan basis angka 7 dalam al-qur’an, ini menunjukan keesaan Allah dan al-qur’an adalah kitabullah. Ketika mencipta alam, Allah menjadikan langit berjumlah tujuh lapis, demikian juga bumi, Allah berfirman “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan demikian juga bumi, perintah Allah berlaku padanya agar kamu mengetahui bahwa Allah MahaKuasa atas segala sesuatu dan Allah telah meliputi segala sesuatu dengan ilmu-Nya.” (q.s. Ath-Thalaq: 12).<span id="more-5"></span><br />
Bahkan atom, sebagai unit fundamental struktur alam semesta, juga tersusun dari tujuh lapisan elektron. Tidak mungkin lebih. Jumlah hari dalam seminggu ada tujuh, jumlah not musik juga tujuh, dan para ahli geologi menemukan bahwa bola bumi tersusun dari tujuh tingkatan.<br />
Ketika menerangkan perihal kezhaliman dan mengambil tanah orang lain tanpa alasan, Rasulullah menjadikan angka tujuh sebagai simbol azab pada hari kiamat dan bersabda “Orang yang menzhalimi orang lain walau hanya beberapa jengkal tanah, akan dikalungkan kepadanya azab dari tujuh bumi”.(H.R. Bukhari dan Muslim).<br />
Nabi menerangkan bahwa Allah memerintahkan untuk bersujud dengan tujuh organ tubuh. Beliau bersabda, “Aku diperintahkan untuk bersujud dengan tujuh tulang”.(HR Bukhari dan mUslim).</p>
<p><strong>ANGKA TUJUH DALAM AL-QUR’AN</strong><br />
Penyebutan angka 7 diulang-ulang dalam kisah al-qur’an. Nabi nuh menyeru kaumnya untuk memikirkan tujuh lapis langit. Beliau berkata kepada mereka “Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.”(QS. NUh:5).<br />
Angka tujuh juga disebutkan dalam kisah azab bagi kaum nabi Hud yaitu kaum Ad, Allah berfirman “Kaum Ad telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus.”<br />
Begitu membuka Al-qur’an kita segera mendapati angka 7. Allah menjadikan Al-fatihah sebagai pembuka Al-qur’an dan menetapkan ayat-ayatnya berjumlah tujuh. Allah berfirman “Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang (As-sab’al-matsani).<br />
Angka 7 pertama kali disebutkan dalam Al-Qur’an di surah Al-Baqarah dalam firman Allah, “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, dan Dia berkehendak menciptakan langit, dan dijadikannya tujuh langit, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”.<br />
Angka 7 disebut terakhir dalam surah An-Naba’ayat 12 dalam firmanNya, “Dan Kami bangun di atas kamu tujuh langit yang kokoh.”<br />
sekarang mari kita cermati fakta-fakta kelipatan 7 diseputar kedua ayat ini. Fakta pertama, jumlah surah Al-Baqarah, tempat penyebutan angka 7 pertama kali, hingga An-Naba’, tempat penyebutan terakhir kali, sebanyak 77. Kelipatan 7 {11 x 7}. Jumlah ayat dari ayat yang pertama kali menyebut angka 7 hingga ayat terakhir yang menyebut angka 7, atau dari ayat 29 Al-Baqarah hingga ayat 12 An-Naba’, adalah 5.649 ayat. Ini juga kelipatan 7 {807 x 7}.<br />
Fakta kedua, dari awal Al-Baqarah sampai akhir An-Naba’ terdapat 5.705 ayat. Bilangan ini juga kelipatan 7, jumlah ayat diantara keduanya juga kelipatan 7, dan tema pembicaraan keduanya adalah angka 7.<br />
Ayat pertama yang menyebut nama Allah adalah ayat pertama Al-Qur’an, yaitu <em>Bismillahirrahmanirrahim</em> {Q.S. Al-Fatihah: 1}, dan ayat terakhir yang menyebut lafal Allah adalah <em>Allahusshamad</em> {Q.S. Al-Ikhlas: 2}. Dari al-fatihah hingga Al-Ikhlas ada 112 surah, bilangan ini adalah kelipatan 7 {16 x 7}.<br />
Dari ayat 1 Al-Fatihah hingga ayat 2 Al-Ikhlas ada 6.223 ayat. Bilangan ini juga kelipatan 7, sebanyak dua kali untuk menegaskan kebenaran sistem yang sangat teratur ini {127 x 7 x 7}. Jumlah huruf kedua ayat tersebut 29 buah, juga kelipatan 7.<br />
Logika ilmiah menetapkan bahwa kebetulan tidak akan terulang secara kontinu dalam satu buku kecuali jika penyusun buku itu telah menyusunnya dengan cara tertentu. Keselarasan yang dilihat dengan angka 7 ini mengidentifikasikan secara pasti bahwa Allah telah menyusun kitabNya dengan format yang sesuai dengan angka 7. Dan masih ada lagi beberapa ayat di Al-Qur’an yang menyebutkan angka 7.<br />
Angka 7 sangat akrab dengan kehidupan dan ibadah kita, sehingga menempatkan angka ini di puncak semua angka setelah angka 1, yang menyimbolkan keesaan Allah.</p>
<p>Dari buku: Misteri Angka 7 dalam Mukjizat Matematika Al-Qur’an. {’Abd Ad-Da’</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umay22.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umay22.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umay22.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umay22.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umay22.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umay22.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umay22.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umay22.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umay22.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umay22.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umay22.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umay22.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umay22.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umay22.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=5&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/misteri-angka-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65ae5266664a0c3a9ed10fa048ae07bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umay22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara buka office word 2007 di 2003</title>
		<link>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/cara-buka-office-word-2007-di-2003/</link>
		<comments>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/cara-buka-office-word-2007-di-2003/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 14:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umay22</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umay22.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Setelah pemunculan Microsoft Word 2007 pengguna lumayan di kejutkan dengan ekstensi yang digunakan yaitu “docx” ini berakibat file word yang di hasilkan tidak dapat dibuka pada Microsoft Word versi di bawahnya seperti 2003, 2000 dll.Belum lagi bagi pera pengguna Open Office atau Star Office, boleh dibilang ini merupakan pukulan telak yang “mainkan” oleh Microsoft Corp. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=3&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal" align="justify">Setelah pemunculan Microsoft Word 2007 pengguna lumayan di kejutkan dengan ekstensi yang digunakan yaitu “docx” ini berakibat file word yang di hasilkan tidak dapat dibuka pada Microsoft Word versi di bawahnya seperti 2003, 2000 dll.Belum lagi bagi pera pengguna Open Office atau Star Office, boleh dibilang ini merupakan pukulan telak yang “mainkan” oleh Microsoft Corp. Namun ini bukan berarti tidak ada solusinya. Kali ini saya akan memberikan tips kepada anda bagaimana cara membuka file Word 2007 pada Word versi di bawahnya khususnya versi 2003 (ini yang sudah saya praktekkan).<span id="more-3"></span></p>
<p align="justify"><span>Berikut ini adalah langkah-langkahnya:<br />
1. Silahkan download dulu konverter yang di perlukan pada url dibawah ini</p>
<p>http://rapidshare.com/files/33119414/File_Format_Converters.rar</p>
<p>Mirror: Download dari Depositfiles.com</p>
<p>http://depositfiles.com/en/files/907236</p>
<p>Mirror: Download dari FileFactory<br />
http://www.filefactory.com/file/b76d71 </span></p>
<p align="justify">2. Install file tersebut</p>
<p align="justify">3. Jalankan Program Microsoft Word 2003. Kemudian lakukan proses membuka file seperti biasa (File -&gt; Open), perhatikan gambar di bawah ini:</p>
<p align="center"><img src="http://alga86.files.wordpress.com/2008/01/koverter.gif?w=404&#038;h=248&#038;h=248" alt="koverter.gif" width="404" height="248" /></p>
<p>4. Akhiri dengan menekan tombol Open. Selesai.</p>
<p>sumber: http://alga86.wordpress.com/2008/01/18/cara-buka-office-word-2007-di-2003/</p></div>
<p><a href="http://alga86.wordpress.com/2008/01/18/cara-buka-office-word-2007-di-2003/"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umay22.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umay22.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umay22.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umay22.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umay22.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umay22.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umay22.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umay22.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umay22.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umay22.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umay22.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umay22.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umay22.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umay22.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=3&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/cara-buka-office-word-2007-di-2003/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65ae5266664a0c3a9ed10fa048ae07bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umay22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alga86.files.wordpress.com/2008/01/koverter.gif?w=404&#38;h=248" medium="image">
			<media:title type="html">koverter.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/hello-world/</link>
		<comments>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 14:04:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umay22</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=1&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umay22.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umay22.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umay22.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umay22.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umay22.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umay22.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umay22.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umay22.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umay22.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umay22.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umay22.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umay22.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umay22.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umay22.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umay22.wordpress.com&amp;blog=5586872&amp;post=1&amp;subd=umay22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umay22.wordpress.com/2008/11/20/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/65ae5266664a0c3a9ed10fa048ae07bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umay22</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
